Kedudukan Hukum Simantek Kuta dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Suku Karo di Kabupaten Karo

Main Article Content

Roy Andalan Pelawi

Abstract

This study aims to examine the position of simantek kuta within the current structure of the Karo indigenous community, its legal relationship with customary land, and its authority in resolving land disputes. The research utilizes the legal sociology method, employing analytical descriptive analysis. Secondary data from primary, secondary, and tertiary legal sources are collected through library research and field studies. Simantek kuta, as a kuta leader, was replaced by the system defined in Law Number 5 of 1979 and Law Number 6 of 2014 on Village Administration, aiming to establish legal certainty and standardize village governance. Simantek kuta holds a joint leadership role with the village head in managing and utilizing customary land of the Karo people. In resolving land disputes, simantek kuta acts as a leader, employing traditional Karo customary law methods such as purpur sage and runggu. Differentiating between government leadership led by the village head and adat leadership led by simantek kuta, the Karo people have established regulations within the Kuta leadership system. It is recommended to establish a Regional Regulation in Karo Regency to protect and recognize the existence of customary land, preventing conflicts and disputes. Preserving the dispute resolution system through peaceful means and family-oriented decisions based on Karo customary law, such as purpur sage and runggu, is crucial. Mutual respect for dispute resolution decisions should be fostered within the community.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Pelawi, R. A. . (2023). Kedudukan Hukum Simantek Kuta dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Suku Karo di Kabupaten Karo. Multiverse: Open Multidisciplinary Journal, 2(1), 24–38. https://doi.org/10.57251/multiverse.v2i1.872
Section
Articles

References

Abdurrahman, M. (2009). Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum. Malang: UMM Press.

Adiwilaga, R., Alfian, Y., & Rusdia, U. (2018). Sistem Pemerintahan Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Alting, H. (2011). Penguasaan Tanah Masyarakat Hukum Adat (Suatu Kajian Terhadap Masyarakat Hukum Adat Ternate). Jurnal Dinamika Hukum, 11(1). https://doi.org/10.20884/1.jdh.2011.11.1.75

Amiruddin, & Asikin, Z. (2012). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bagian-bagian dari Suatu Kuta. (2022, February 10). Retrieved May 19, 2023, from mejuahjuah.id website: https://mejuahjuah.id/bagian-bagian-dari-suatu-kuta/

Bangun, R. (1989). Mengenal Orang Karo. Jakarta: Yayasan Pendidikan Bangun.

Brahmo, P. (1981). Karo dari Jaman ke Jaman Jilid I. Medan: Yayasan Masa.

Bungin, B. (2005). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persadam.

Damanik, E. L. (2019). Gugung dan Jehe: Pembelahan Etnik Karo di Sumatrea Utara. Handep: Jurnal Sejarah Dan Budaya, 3(1), 1–32.

Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Press.

Dewi, S. H. S., Handayani, I. G. A. K. R., & Najicha, F. U. (2020). Kedudukan Dan Perlindungan Masyarakat Adat dalam Mendiami Hutan Adat. Jurnal Legislatif, 4(1), 79–92. https://doi.org/10.20956/jl.v4i1.12322

Erika, E. (2018). Konflik Pembebasan Lahan Di Wilayah Tanah Adat Masyakarat Hukum Adat Dalam Konsensi Pertambangan Mineral Dan Batubara. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 4(2). https://doi.org/10.23887/jkh.v4i2.15439

Faisal, S. (2003). Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ginting, M. U. (2013). Adat Karo Sirulo: Tuntunan Praktis Adat Istiadat Karo Jilid I. Medan: BPK Gunung Meriah.

Gubsu Tebang Perdana 180 Ha Hutan Untuk Lahan Pertanian Pengungsi Sinabung. (2015, June 25).

Handoko, W. (2004). Kebijakan Hukum Pertanahan Sebuah Refleksi Keadilan Hukum Progresif. Jakarta: Thafa Media.

Harsono, B. (2006). Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan UndangUndang Pokok Agraria Isi dan Pelaksanaan. Jakarta: Djambatan.

Herdiansyah, H. (2018). Pengelolaan Konflik Sumber Daya Alam Terbarukan di Perbatasan dalam Pendekatan Ekologi Politik. Jurnal Hubungan Internasional, 7(2). https://doi.org/10.18196/hi.72134

Ikhsan, E. (2016). Konflik Tanah Ulayat dan Pluralisme Hukum. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ismi, H. (2012). Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional. Jurnal Ilmu Hukum, 3(1). https://doi.org/10.30652/JIH.V3I01.1024

Kaban, M. (2004). Keberadaan Hak Masyarakat Adat Atas Tanah di Tanah Karo (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Kaban, M. (2016). Penyelesaian Sengketa Waris Tanah Adat Pada Masyarakat Adat Karo. Mimbar Hukum, 28(3), 453–465.

Kartasapoetra, A. G. (1991). Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Jakarta: Rineka Cipta.

Konflik Tanah Adat Surbakti Mergana di Kabupaten Karo Melawan PTPN Memasuki Babak Baru. (2021, September 23). Retrieved May 19, 2023, from harianbatakpos.com website: https://www.harianbatakpos.com/konflik-tanah-adat-surbakti-mergana-di-kabupaten-karo-melawan-ptpn-memasuki-babak-baru/

Lamusu, A. (2015). Pengadilan Melalui Mediasi Penal Dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup. Lex Administratum, 3(1). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/7047

Lestari, R. (2013). Perbandingan Hukum Penyelesaian Sengketa Secara Mediasi Di Pengadilan Dan Di Luar Pengadilan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 4(2). https://doi.org/10.30652/jih.v3i2.1819

Lubis, M. S. Y., & Siburian, P. R. (2021). Tinjauan Yuridis Terhadap Pengangkatan Anak Menurut Hukum Positif Dan Hukum Adat Batak Karo (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.

Masyarakat Desa Kacinambun Tancapkan Plank “Tanah Ini Milik Adat/Ulayat” di Puncak 2000 Siosar. (2021, September 6).

Masyarakat Desa Portibi Lama Akan Pertahankan Tanah Ulayat Milik Mereka. (2021, March 8). Retrieved May 19, 2023, from kliktodaynews.com website: https://kliktodaynews.com/karo/masyarakat-desa-portibi-lama-akan-pertahankan-tanah-ulayat-milik-mereka/

Mauludin, N. A. (2022). Eksistensi Peraturan Desa Tentang Pungutan Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Unizar Law Review (ULR), 5(1). https://doi.org/10.53726/ULR.V5I1.524

Milles, M. B., & Hubermen, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif (Tjetjep Rosjidi, Trans.). Jakarta: UI Press.

Mukhtar. (2013). Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: Reference.

Nasution, M. A. (2007). Efektifitas Lembaga Legislatif Desa dalam Pengambilan Kebijakan di Desa Malasin (Studi Komparatif Antara Lembaga Musyawarah Desa Periode 1996- 2001 dengan Badan Permusyawaratan Desa Periode 2004-2010) (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Nawawi, H. (1983). Metode Penelitian Deskriptif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Noviati, C. E. (2016). Demokrasi dan Sistem Pemerintahan. Jurnal Konstitusi, 10(2). https://doi.org/10.31078/jk1027

Perangin Angin, A. F. (2016). Sejarah Dan Peninggalanrumah Adat Karo Di Desa Dokan Kecamatan Merek Kabupaten Karo (Skripsi). Universitas Negeri Medan, Medan.

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dan Masyarakat Yang Berada Dalam Kawasan Tertentu. , Pub. L. No. 9, peraturan.bpk.go.id (2015). Indonesia: BN Tahun 2015 No 742; Jdih.Atrbpn.go.id; 9 Hlm.

Perret, D. (2010). Kolonialisme dan Etnisitas: Batak dan Melayu di Sumatera Timur Laut. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Pradhani, S. I. (2021). Pendekatan Pluralisme Hukum dalam Studi Hukum Adat: Interaksi Hukum Adat dengan Hukum Nasional dan Internasional. Undang: Jurnal Hukum, 4(1), 81–124. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.81-124

Prinst, D. (2004). Adat Karo. Medan: Bina Media Perintis.

Proses Berdirinya Kuta. (2021, December 29). Retrieved May 19, 2023, from mejuahjuah.id website: https://mejuahjuah.id/proses-berdirinya-kuta/

Purba, R. (2000). Lembaga Musyawarah Adat (Runggun) dan Perdamaian Desa Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan di Tanah Karo (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Putro, B. (1981). Sejarah Karo dari Zaman ke Zaman. Medan: Ulih Saber.

Raharjo, S. (2005). Metode Penelitian Hukum . Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Safiuddin, S. (2018). Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Dan Hak Menguasai Negara Di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 30(1). https://doi.org/10.22146/jmh.16681

Simangunsong, F. (2014). Hukum Adat dalam Perkembangan: Paradigma Sentralisme Hukum dan Paradigma Pluralisme Hukum. Jurnal Ratu Adil, 3(2). Retrieved from http://ejournal.unsa.ac.id/index.php/ratuadil/article/view/32

Simarmata, M. (2018). Hukum Nasional yang Responsif Terhadap Pengakuan dan Penggunaan Tanah Ulayat. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 7(2). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v7i2.251

Sinar, T. L. (2006). Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur. Medan: Yayasan Kesultanan Serdang.

Soekanto, S. (2009). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Soekanto, S. (2017). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

Soyomukti, N. (2010). Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori & Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial, & Kajian-Kajian Strategis. Yogyakarta: Arruzz Media.

Suacana, I. W. G., Wiratmaja, I. N., & Sudana, I. W. (2022). Perkembangan Dualitas Pemerintahan Desa di Bali. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi.

Sugiyono. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhardin, Y. (2012). Peranan Negara dan Hukum dalam Memberantas Kemiskinan dengan Mewujudkan Kesejahteraan Umum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 42(3). https://doi.org/10.21143/jhp.vol42.no3.274

Sujana, K. A., Sudiatmaka, K., & Adnyani, N. K. S. (2020). Efektifitas Pelaksanaan Undang Undang Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Perjanjian Bagi Hasil Terhadap Tanah Pertanian Di Desa Umejero Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Jurnal Komunitas Yustisia, 3(2), 114–123. https://doi.org/10.23887/JATAYU.V3I2.28841

Sulastriyono. (2014). Penyelesaian Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Pranata Adat. Jurnal Media Hukum, 21(2). https://doi.org/10.18196/JMH.V21I2.1188

Sulisrudatin, N. (2014). Keberadaan Hukum Tanah Adat Dalam implementasi Hukum Agraria. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 4(2).

Sumardjono, M. S. W. (2006). Kebijakan Pertanahan Antara Regulasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas.

Sutono, A. (2015). Meneguhkan Pancasila Sebagai Filsafat Pendidikan Nasional. CIVIS: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Pendidikan Kewarganegaraan, 5(1). https://doi.org/10.26877/CIVIS.V5I1/JANUARI.628

Undang-undang (UU) tentang Desapraja Sebagai Bentuk Peralihan Untuk Mempercepat Terwujudnya Daerah Tingkat III Di Seluruh Wilayah Republik Indonesia. , Pub. L. No. 19, peraturan.bpk.go.id (1965). Indonesia: LN. 1965/ No. 84 , TLN NO. 2779 , LL SETNEG: 36 HLM.

Undang-undang (UU) tentang Pemerintahan Desa. , Pub. L. No. 5, peraturan.bpk.go.id (1979). Indonesia: LN. 1979/ No. 56, TLN NO. 3153, LL SETNEG: 16 HLM.

Undang-undang (UU) tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. , Pub. L. No. 5, peraturan.bpk.go.id (1960). Indonesia: LN. 1960/No. 104, TLN No. 2043, LL SETNEG: 17 HLM.

Wowor, F. (2014). Fungsi Badan Pertanahan Nasional Terhadap Penyelesaian Sengketa Tanah. Lex Privatum, 2(2). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/4535

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.