Manusia dalam Pendidikan Islam Menurut Hasan Langgulung

Main Article Content

Haidar Putra Daulay
Zaini Dahlan
Aimanun
Akublan Siregar

Abstract





Konsep manusia menurut  kajian Hasan Langgulung terdiri dari berbagai konsep-konsep dasar meliputi konsep khalifah Allah di muka bumi yang mengandung potensi seperti fitrah manusia, Roh disamping pemenuhan kebutuhan jasmani, kebebasan kemauan manusia dan potensi akal pikiran. Konsep lainnya adalah tentang kejadian atau penciptaan manusia serta tujuan hidupnya, sifat-sifat asal manusia, konsep amanah manusia, dan terakhir perjanjian antara Tuhan dan manusia (mithaq). Mengenai implikasi konsep manusia menurut Hasan Langgulung adalah pada intinya, Pendidikan Islam dalam pada tujuan akhir (ultimate aim) adalah pembentukan pribadi khalifah bagi anak didik yang ciri-cirinya terkandung dalam konsep ‘ibadah dan amanah yaitu memiliki fitrah, roh disamping badan, kemauan yang bebas, dan akal. Dengan kata lain tugas pendidikan adalah mengembangkan keempat aspek ini pada manusia agar ia dapat menempati kedudukan sebagai khalifah.






Kelemahan daripada kajian Hasan Langgulung mengenai manusia antara lain dalam hal tulisan, Hasan Langgulung tidak menulis kajian tentang manusia secara utuh, tulisan yang ada tersebar dari berbagai tulisan dan buku. Dalam hal teknis pemaparan, Hasan Langgulung dalam mengungkapkan  tentang konsep manusia terjadi tumpang tindih dan tidak sistematik, mungkin dikarenakan luasnya wilayah kajian ini.  Bebrapa hal yang masih menjadi perdebatan adalah tentang konsep kebebasan kemauan manusia, Hasan Langgulung tidak dengan secara tegas menyatakan bahwa kebebasan yang Allah berikan kepada manusia. . Bahwa konsep khalifah Allah sudah cukup untuk menafikan wujud kebebasan itu sendiri. Dalam hal ini kebebasan yang diberikan Allah kepada manusia sifatnya terbatas, Hasan Langgulung lebih cenderung pada pemikiran Asy’ary yang mencoba mengsintesakan antara kehendak Tuhan dan kehendak manusia. Pemikiran ini menimbulkan ambivalensi, bahwa disatu sisi manusia diberikan kebebasan dalam berpikir dan berkehendak dan disini lain, peranan Tuhan sangat dominan dalam hal pembentukan perbuatan manusia, dengan memakai konsep iradat-Nya, sehingga dalam praktik pendidikan Islam, Langgulung terkesan ragu dan pessimistik. Hasan Langgulung juga mengakui bahwa konsep yang ia paparkan adalah sangat mendasar, maka ia menyatakan bahwa tulisan tidak dapat dijadikan sebagai bimbingan dan acuan yang jelas terhadap pendidikan Islam secara praktis. Untuk itu sangat diperlukan buku atau kajian yang lebih komprehensif lagi dalam mendukung kajian tersebut, sehingga didapatkan sebuah konsep pendidikan Islam yang benar-benar dapat dijalankan dan diterapkan di masyakarat

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putra Daulay, H., Dahlan, Z. ., Aimanun, & Siregar, A. . (2021). Manusia dalam Pendidikan Islam Menurut Hasan Langgulung . Islamic Education, 1(1), 11–20. https://doi.org/10.57251/ie.v1i1.9
Section
Articles

References

Zalaluddin, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, Konsep dan Perkembangan Pemikirannya, Jakarta : Raja Grafindo, 1994
Syed Hussen, Menyongsong Keruntuhan Pendidikan Islam,(Crisis Muslim Education), terj. Rahman A, Bandung: Gema Risalah, 1994
Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan Suatu Tinjauan, Yogyakarta: Andi Offset, 1997
Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1979
Sidi Gazalba, Sistematika Filsafat, pengantar kepada metafisika buku ke tiga, Jakarta :Bulan Bintang, 1996
Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidian, Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, Jakarta: AL Husna Zikra, 1986
Chabib Thoha, dkk,Reformulasi Filsafat Pendidikan Islam, Semarang: Pustaka Pelajar, 1996
Hasan Langgulung, Asas-Asas pendidikan Islam, Jakarta : Al-Husna Zikra, 2000
Abdul Khaliq, dkk, Pemikiran pendidikan Islam,Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999
Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang pendidikan Islam,Bandung :Pustaka AL-Ma’arif, 1995
Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Jakarta :Al-Husna Zikra
Hasan Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, Jakarta, Pustaka Al- Husna, 1985
Jalaluddin, Teologi Pendidikan, Jakarta, Rajawali Press, 2001
Muhaimin dan Abdul Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam (kajian filosofik dan Kerangka Operasionalnya) Bandung, Trigenda, 1993
Hasan Langgulung, Kreativitas dan pendidikan Islam, Jakarta, Pustaka Al-Husna, 1991
Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang pendidikan Islam, Bandung, Al-Ma’arif, 1995
Abdurrahman Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan AL-Qur’an, Terj. H.M. Arifin dan Zainuddin, Jakarta, PT Rineka Cipta, 1994
Ahmad, Warid Khan, , Membebaskan Pendidikan Islam, Yogyakarta, Wacana, 2002
Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Mengahadapi Abad ke-21, Jakarta, Pustaka Al-Husna, 1988
Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Logos, 1997
Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani, Falsafah Pendidikan Islam, alih bahasa Hasan Langgulung, Jakarta:Bulan Bintang, 1979
Mian Muhammad Tufail, Iqbal’s Philosophy and Education, Lahore: The Bazm Iqbal, 1966
Abdurrahman Ma’ud, Reward and Punishment in Islamic Education, dalam International Journal Ihya ‘Ulum al-Din, Vol. 2.No. 1, februari 2000, (Semarang:IAIN Walisongo
Abdurrahman An-Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, Jakarta, Gema Insani Press, 1995
Muhaimin, Paradigman Pendidikan Islam, Bandung, Rosda Karya, 2002

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.