Dampak Pernikahan Usia Dini Terhadap Pedidikan Perempuan di Kota dan Desa

Main Article Content

Muhammad Novriansyah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perbandingan tingkat pernikahan usia dini wanita di desa dan kota. Sehingga berdampak pada ketimpangan dalam segi pendidikan. Kasus utama dilihat perempuan sebagai objek dari tulisan ini. Perbandingan perempuan desa dan kota dalam menanggapi pernikahan usia dini menjadi hambatan untuk meraih pendidikan. Belum lagi bagaimana budaya dan paradigma orang desa dalam menyelesaikan permasalahan pernikahan usia dini menjadi hal yang mudah, hal ini dilihat dari tingginya kasus pernikahan usia dini di desa yang menyimpulkan bahwasanya pendidikan bukan lagi hal yang penting bagi anak. Fenomena ini menunjukan bahwasanya nilai-nilai dari kearifan lokal harus dipertahankan tanpa harus memikirkan kondisi pendidikan dari anak itu sendiri. Metode dalam penelitian ini mengunakan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data melalui buku, jurnal dan media cetak maupun online.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perbandingan tingkat pernikahan usia dini wanita di desa dan kota. Sehingga berdampak pada ketimpangan dalam segi pendidikan. Kasus utama dilihat perempuan sebagai objek dari tulisan ini. Perbandingan perempuan desa dan kota dalam menanggapi pernikahan usia dini menjadi hambatan untuk meraih pendidikan. Belum lagi bagaimana budaya dan paradigma orang desa dalam menyelesaikan permasalahan pernikahan usia dini menjadi hal yang mudah, hal ini dilihat dari tingginya kasus pernikahan usia dini di desa yang menyimpulkan bahwasanya pendidikan bukan lagi hal yang penting bagi anak. Fenomena ini menunjukan bahwasanya nilai-nilai dari kearifan lokal harus dipertahankan tanpa harus memikirkan kondisi pendidikan dari anak itu sendiri. Metode dalam penelitian ini mengunakan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data melalui buku, jurnal dan media cetak maupun online.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Novriansyah, M. (2021). Dampak Pernikahan Usia Dini Terhadap Pedidikan Perempuan di Kota dan Desa. Education & Learning, 1(1), 26–34. https://doi.org/10.57251/el.v1i1.18
Section
Articles

References

Ahmad Mudzakkir, Rochgiyanti (2012) Perempuan Pekerja Dalam Hubungan Patron
Klien; Kasus Pengrajin Sapu Ijuk Di Desa Barikin. Kafaah Jurnal Of Gender Studeis. Vol 2, No 2 (2012). DOI : 10.15548/jk.v2i2.61

Badan Pusat Statistik. (2017). Perkawinan Usia Anak Indonesia (2013 dan 2015).
Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Irawati Pattinasarany, Indera Ratna. (2016). Stratifikasi dan Mobilitas Sosial. Jakarta :
Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Komnas Perempuan . (2018) Tergusurnya Ruang Aman Perempuan Dalam Pusaran
Politik Populisme. Jakarta: Komnas Perempuan.

Luhulima, Achie Sudiarti. (2014) Cedaw Menegakkan Hak Asasi perempuan. Jakarta :
Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Subadio, Maria Ulfah & Ihromi, T.O . (1994). Peranan dan Kedudukan Wanita
Indonesia.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Svalastoga, Kaare.( 1989). Diferensiasi Sosial. Jakarta : Bina Aksara.

Turner, Bryan S. (2012). Teori sosial dari klasik sampai postmodern.
Yogyakarta : pustaka pelajar.

Veronika Incing, Willy Tri Hardianto, Sugeng Rusmiwari (2013) Kesenjangan Gender
(Perempuan) Dalam Mendapatkan Pendidikan Pada Masyarakat Pedesaan.
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 2, No. 1 (2013). ISSN. 2088
-7469

Yaqin, M Ainul. (2005). Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding
untuk demokrasi dan keadilan. Yogyakarta : Pilar Media

Di kutip dari harian online republika.co.id pada hari Jumat, 6 Juli 2018. Pukul 7.16 WIB.
https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/03/30/onmc9s365-bps-perempuan-kota-lebih-banyak-alami-kekerasan

Di kutip dari harian SindoNews.com pada hari Jumat, 6 Juli 2018 Pukul 7.50. WIB
https://nasional.sindonews.com/read/1222235/18/urbanisasi-dan-kesenjangan-kota-desa-1500479252

Di kutib dari harian Viva.co.id pada hari Rabu, 3 maret 2021 pukul 08.30. WIB.
https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/911851-panggang-api-tradisi-di-ntt-redakan-pegal-usai-melahirkan?page=3&utm_medium=page-3