Dampak Psikologis Rasionalisasi Pernikahan Dini pada Remaja di Desa Bancamara Kabupaten Sumenep
Main Article Content
Abstract
Early marriage in Bancamara Village is prevalent, and its rationalization is deeply ingrained in the community due to economic, parental, cultural, and traditional reasons. This study explores the psychological impact of rationalizing early marriage in Bancamara Dungkek Sumenep Village using a qualitative field research approach. Interviews, observations, and documentation were used as data collection methods, and the subjects included officials from the KUA, Village Head, community members, and youth. The findings indicate that early marriage is widely accepted, supported, and considered a natural practice in the village. However, it has negative consequences on adolescents, leading to anxiety and unpreparedness. Early married teenagers experience fear and worry when facing challenges within their families.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ali, M. (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional: Menuju Bangsa Indonesia Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi. Jakarta: Grasindo.
Astutik. (2011). Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Keluarga Pernikahan Dini dalam perspektif Komunikasi di Desa Klompangan Kecamatan Ajung.
Chaplin, J. P. (2009). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Press.
Erikson, E. (2016). Teori kepribadian. Jakarta: Erlangga.
Febriani, F., Asiyah, & Syarifin, A. (2020). Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Pola Asuh Anak dalam Keluarga. Al Fitrah: Journal of Early Childhood Islamic Education, 4(1).
Ferdiany, U., & Rachmana, R. S. (2005). Efektivitas Pelatihan Manajemen Pernikahan untuk Meningkatkan Kesiapan Mental Menghadapi Pernikahan. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 20(1).
Gusnarib, G., & Rosnawati, R. (2020). Dampak Pernikahan Usia Dini Terhadap Pola Asuh dan Karakter Anak. Palita: Journal of Social Religion Research, 5(2), 91–112. https://doi.org/10.24256/pal.v5i2.1297
Luthfiyati, D. (2016). Pernikahan Dini Pada Kalangan Remaja (15-19 Tahun).
Mudrikah, W. (2010). Dampak Pernikahan Dini Terhadap Perkembangan Anak di SDN 2.
Mukhtar. (2013). Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: Reference.
Nevid, J. (2005). Psikologi Abnormal. Jakarta: Erlangga.
Putri, R., Syahel, S., & Sholihah, A. (2018). Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Pembentukan Pemahaman Bahaya Pernikahan Dini Siswa Smp Di Mukomuko. Consilia?: Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling, 1(1), 36–42. https://doi.org/10.33369/consilia.1.1.36-42
Sarwono. (1997). Psikologi remaja. Jakarta: Raja Wali Pers.
Setiawan, H. (2020). Pernikahan Usia Dini Menurut Pandangan Hukum Islam. Borneo: Journal of Islamic Studies, 3(2), 59–74. https://doi.org/10.37567/borneo.v3i2.268
Shufiyah, F. (2018). Pernikahan Dini Menurut Hadis dan Dampaknya. Jurnal Living Hadis, 3(1). https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1362
Sugiyono. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Zulkamain. (2009). Kontribusi Budaya Kerja Etos Kerja Disiplin. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Medan.