Menciptakan Habitus Moderasi Beragama: Upaya Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Main Article Content

Muharis Muharis

Abstract

This research is important to do considering that currently Indonesia and even the world need a moderation model of religion as a solution for the emergence of various fundamentalist ideas that lead to acts of radicalism and terrorism in a plural-multi-religious-multicultural society. The main problem which is the object of study in this study is the form of internalization of religious moderation carried out by the Sunan Pandanaran Islamic Boarding School which is unique and unique. This study uses a sociological approach with the theory used is Pierre Bourdieu's "habitus" theory, the concept of habitus is used to raise public opinion about habits (habit). The findings from this research are that the Sunan Pandanaran Islamic Boarding School as an object of study is able to apply the values ??of religious moderation. This is of course not only manifested through the curriculum in Islamic boarding schools but becomes a habitus (culture) within it. Pondok Pesantren Sunan Pandanaran is also able to apply an inclusive model of religious moderation, for example by becoming a meeting place for interfaith communities to organize various activities related to religious moderation, both on a local, national and international scale. Of course this is interesting because the students are not only fed with theories of religious moderation, but are also confronted directly with the reality of an interfaith community so that students can find out what attitude is shown when dealing directly with them (people of different religions) in order to uphold the mission of Islam Rahmatan Lil' Alamin.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Muharis, M. (2023). Menciptakan Habitus Moderasi Beragama: Upaya Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Islam & Contemporary Issues, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.57251/ici.v3i1.903
Section
Articles

References

Aksa. (2017). Gerakan Islam Transnasional: Sebuah Nomenklatur, Sejarah dan Pengaruhnya di Indonesia. Yupa: Historical Studies Journal, 1(1), 1–14.

Al-Munawar, S. A. H. (2005). Fikih Hubungan Antar Agama. Jakarta: Ciputat Press.

Amar, A. (2018). Pendidikan Islam Wasathiyah Ke-Indonesia-an. Jurnal: Al-Insyiroh, 2(2).

Armita, P. (2016). Islam Nusantara dari Indonesia untuk Peradaban Dunia. In Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia. Jakarta: LTN NU & Panitia ISOMIL.

As’ad, M. (2011). Penetrasi Dakwah Islamisme Eks HTI Di Indonesia: Studi Netnografi Dakwah Felix Siauw & ‘Yuk Ngaji’ Di Media Sosial. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 33–62.

Balazard, H., & Peace, T. (2023). Confronting Islamophobia and its consequences in East London in a context of increased surveillance and stigmatisation. Ethnicities, 23(1), 88–109. https://doi.org/10.1177/14687968221088016

Bourdieu, P. (1990). In Other Words: Essays Towards a Reflexive Sociology. Cambridge: Polity Press.

Creswell, J. (2019). Research Design?: Pendekatan Metode Kualitatif, Kwantitatif dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Indonesia, M. (2020). Survei Wahid Institute: Intoleransi-Radikalisme Cenderung Naik. Retrieved from Media Indonesia.com website: https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/284269/survei-wahid-institute-intoleransi-radikalisme-cenderung-naik

Junaedi, E. (2019). Telaah Pustaka: Inilah Moderasi Beragama Perspektif Kementerian Agama. Jurnal Multikultural & MultiReligius, 18(2), 396.

Karni, A. S. (2015). Taujihat Surabaya: Islam Wasathiyah Untuk Indonesia dan Dunia Yang Berkeadilan dan Berkeadaban. Majalah Mimbar Ulama Edisi 372, 13–15.

Malik, A., Sudrajat, A., & Hanum, F. (2016). Kultur Pendidikan Pesantren dan Radikalisme. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 4(2), 103–114.

Muhtarom, A., Fuad, S., & Latief, T. (2020). Moderasi Beragama. Jakarta Selatan: Yayasan Talibuana Nusantara.

Nur, A., & Mukhlis. (2015). Konsep Wasathiyah dalam Al-Qur’an, (Studi Komparatif Antara Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir dan Aisar At-Tafsir). Jurnal An-Nur, 4(2), 209.

Nurdin, A., & Naqqiyah, M. S. (2019). Model Moderasi Beragama Berbasis Pesantren Salaf. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 14(1), 82–102.

Penyusun, T. (n.d.-a). Buku Pedoman Wali dan Santri. Yogyakarta: Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Penyusun, T. (n.d.-b). Dokumen Profil Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta. Yogyakarta: koleksi pribadi.

RI, K. A. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Rubaidi. (2011). Variasi Gerakan Radikal Islam di Indonesia. Analisis, 9(1), 32–43.

Saidah, Z. (2022). Pelatihan Dakwah Digital Bagi Para Da’i Muda Di Komunitas Jamuspa Yogyakarta. Abdine: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 37–38.

Suyanto. (2005). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tamam, B. (2015). Pesantren, Nalar dan Tradisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zada, K. (2002). Islam Radikal: Pergulatan Ormas-ormas Islam Garis Keras di Indonesia. Jakarta Selatan: Teraju.