Perkembangan Pendidikan Abad 21 Berdasarkan Teori Ki Hajar Dewantara

  • Niyarci Niyarci UNIVERSITAS Negeri Semarang
Keywords: Filsafat Pendidikan; Ki Hajar Dewantara; Anak Usia Dini

Abstract

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ABAD 21 BERDASARKAN TEORI KI HAJAR DEWANTARA

Niyarci1, Diana, Deni Setiawan

Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang

Pendidikan Anak Usia Dini

 ni4rchy@gmail.com

 

 

Abstrak

Pendidikan memegang peranan penting dalam memajukan suatu bangsa, sejak zaman perjuangan kemerdekaan dahulu, para pejuang serta perintis kemerdekaan telah menyadari bahwa pendidikan merupakan faktor yang sangat vital dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membebaskannya dari belenggu penjajahan. Kemajuan dunia pendidikan saat ini, tidak dapat dilepaskan dari peran tokoh sebagai aktor utama. Tokoh yang memiliki sumbangsi besar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dan mendapat gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji gagasan-gagasan pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dan implikasinya terhadap pendidikan di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Studi Kepustakaan (library research). Ki Hajar Dewantara masa kecilnya bernama R.M. Soewardi Surjaningrat, lahir pada hari Kamis Legi, tanggal 02 Puasa tahun Jawa, bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1889 M. Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Dalam pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara mengemukakan 3 semboyan pendidikan yang digunakan sampai sekarang yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Dalam pelaksanaan pendidikan budi pekerti, Ki Hadjar Dewantara menggunakan sistem among sebagai perwujudan konsepsi beliau dalam menempatkan peserta didik sebagai sentral proses pendidikan. Dalam sistem among, maka setiap pamong (pendidik) sebagai pemimpin dalam proses pendidikan diwajibkan bersikap ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

 

Kata Kunci: Filsafat Pendidikan; Ki Hajar Dewantara; Anak Usia Dini

 

THE DEVELOPMENT OF 21st CENTURY EDUCATION

BASED ON THE THEORY OF KI HAJAR DEWANTARA

 

Niyarci1, Diana, Deni Setiawan

Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang

Pendidikan Anak Usia Dini

 ni4rchy@gmail.com

 

Abstract

Education plays an important role in advancing a nation, since the time of the struggle for independence, fighters and pioneers of independence have realized that education is a very vital factor in efforts to educate the nation's life and free it from the shackles of colonialism. The progress of the world of education today, cannot be separated from the role of the character as the main actor. The figure who has made a major contribution to the advancement of education in Indonesia and is named the Father of National Education is Ki Hajar Dewantara, so the purpose of this research is to examine the educational ideas put forward by Ki Hajar Dewantara and their implications for education in Indonesia. This research is a type of library research. Ki Hajar Dewantara childhood named R.M. Soewardi Surjaningrat, was born on Thursday Legi, 02 Fasting in the Javanese year, coinciding with May 2, 1889 AD. Born with the name Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. In education in Indonesia, Ki Hajar Dewantara put forward 3 educational mottos used until now, namely ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. In the implementation of character education, Ki Hadjar Dewantara uses the Among system as a manifestation of his conception of placing students as the center of the educational process. In the Among system, every pamong (educator) as a leader in the educational process is required to behave like ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, and tut wuri handayani.

Keywords: Educational Philosophy; Ki Hajar Dewantara; Early Childhood

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-05-29
How to Cite
Niyarci, N. (2022). Perkembangan Pendidikan Abad 21 Berdasarkan Teori Ki Hajar Dewantara. Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 2(1), 46 - 55. https://doi.org/10.57251/ped.v2i1.336
Section
Articles